DOA DAN AMALAN MENEMPATI TEMPAT BARU

09 Oct 2026 Admin Article

Ustadz, ana mau tanya amalan dan doa khusus untuk masuk dan menempati kantor baru.

Jawaban

Oleh: KH. Ahmad Syahrin Thoriq

Seseorang yang menempati tempat baru, baik rumah, kantor, maupun tempat lainnya, dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah ﷻ  dari segala keburukan dan gangguan makhluk-Nya. Di antara doa dan amalan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

1. Membaca doa perlindungan ketika menempati tempat baru

Yakni diantaranya bisa dengan membaca lafadz doa berikut ini:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

 “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan.”

Doa ini berdasarkan hadits dari Khaulah binti Hakim radhiyallahu‘anha, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa singgah di suatu tempat, kemudian membaca doa tersebut, niscaya tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya hingga ia meninggalkan tempat itu.” (HR. Muslim).

Anjuran ini mencakup orang yang singgah sementara, seperti musafir, maupun orang yang berniat menetap di suatu tempat. Dengan demikian, doa ini dapat dibaca ketika menempati rumah atau kantor baru.

2. Membaca doa ketika memasuki rumah atau tempat tinggal

Selain itu, terdapat doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika memasuki rumah, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِاسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِاسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

 “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan ketika masuk dan kebaikan ketika keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.” (HR.Abu Daud)[1]

Meski doa ini tidak dikhususkan  untuk dibaca ketika pertama kali menempati tempat baru, tetapi karena dianjurkan setiap kali seseorang hendak memasuki rumah setelah bepergian atau meninggalkannya untuk sementara waktu, maka tentu doa ini juga dapat dibaca ketika pertama kali memasuki dan menempati kantor baru.

3. Membaca al Qur’an, terutama Surah al Baqarah

Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al Qur’an di tempat yang baru ditempati, terutama surah al Baqarah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah al Baqarah.” (HR. Muslim)

Amalan membaca al Qur’an merupakan salah satu bentuk menghidupkan rumah dengan ibadah dan memohon perlindungan Allah dari gangguan setan.

4. Membaca doa Masyaallah la quwata illa billah

Bacaan ini terdapat dalam al Qur’an:

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً

“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS. Al Kahfi: 39)’

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ bersabda:

مَا أَنعَمَ اللهُ عَلَى عَبدٍ نِعمَةً فِي أَهلٍ وَمَالٍ وَوَلَدٍ فَقَالَ : (مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ)، فَيَرَى فِيهَا آفَةً دُونَ المَوتِ

"Jika Allah memberi kepada seorang hamba nikmat kebaikan terhadap keluarga, harta, atau anak, kemudian dia membaca: “masyaaallah, laa quwwata illaa billaah” maka dia tidak akan melihat adanya cacat dalam nikmat selain kematian.” (HR. At Thabrani)

Dan ketika menjelaskan ayat dan hadits di atas sebagian ulama di antaranya al imam Ibnul Qayim rahimahullah mengatakan:

فينبغي لمن دخل بستانه أو داره أو رأى في ماله وأهله ما يعجبه ، أن يبادر إلى هذه الكلمة، فإنه لا يرى فيه سوءا

“Selayaknya bagi orang yang memasuki kebunnya, atau rumahnya, atau terheran terhadap harta dan keluarganya, hendaknya dia segera membaca kalimat ini. Karena dia tidak akan melihat sesuatu yang buruk terhadap nikmat itu.”[2]

5. Membaca Surah al Mu’minun ayat 29

Sebagian ulama berpendapat bahwa termasuk dianjurkan saat memasuki suatu tempat, bangunan termasuk tentunya rumah atau kantor baru untuk membaca ayat berikut ini:

رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

 “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku di tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.”

Al imam Qurthubi rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas berkata: “Ada pendapat yang menyatakan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan saat Nabi Nuh memasuki kapal. Berdasarkan pendapat ini, kata yang diberkahi bermakna keselamatan dan terbebas dari kebinasaan.”[3]

Beliau juga berkata:

فالآية تعليم من الله عز وجل لعباده إذا ركبوا وإذا نزلوا أن يقولوا هذا، بل وإذا دخلوا بيوتهم وسلموا قالوا

 “Ayat ini merupakan pengajaran dari Allah ‘Azza wa Jalla kepada hamba-hamba-Nya agar mereka mengucapkan doa tersebut ketika menaiki kendaraan dan ketika turun atau singgah. Bahkan, ketika mereka memasuki rumah dan mengucapkan salam, hendaknya mereka juga mengucapkannya.”

6. Jamuan makan-makan


            Mengadakan tasyakuran dengan mengundang kerabat, tetangga, atau rekan kerja untuk makan bersama dalam rangka menempati tempat baru merupakan hal yang diperbolehkan bahkan dianjurtkan menurut sebagian ulama, karena hal ini sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial. Disebutkan dalam al Mausu’ah:

الوليمة للبناء هي مستحبة، كبقية الولائم التي تقام لحدوث سرور أو اندفاع شر

 “Mengadakan jamuan karena membangun sebuah bangunan hukumnya dianjurkan, sebagaimana jamuan-jamuan makan lainnya yang diadakan karena adanya kebahagiaan atau untuk menolak keburukan.”[4]

Demikian, wallahu a‘lam bishshawab.


[1] Hadits ini dinilai hasan oleh sejumlah ulama di antaranya al imam Ibnu Muflih dalam al Adab asySyar‘iyyah (1/400)

[2] Al Wail ash Shaib hlm. 115

[3] Tafsir al Qurthubi (12/120)

[4] Al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (8/207)