Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Allah ﷻ menciptakan manusia dengan bentuk dan tingkatan yang berbeda-beda. Ada yang fisiknya bagus, jiwanya bersih, dan perangainya halus. Ada juga yang berada di tengah-tengah, tidak terlalu tinggi tapi juga tidak rendah. Dan ada pula yang derajatnya di bawah itu, baik secara jasmani maupun rohani.
Dari semua manusia, kelompok yang paling istimewa tentu para nabi. Mereka adalah manusia pilihan, dipilih langsung oleh Allah ﷻ. Tubuh mereka disempurnakan, bebas dari cacat, dan cocok menjadi wadah bagi ruh kenabian yang suci. Dan dari semua nabi yang mulia itu, Rasulullah ﷺ adalah yang paling sempurna. Beliau memiliki postur yang paling seimbang, wajah yang paling bercahaya, dan jiwa yang paling jernih.
Kesaksian para sahabat yang hidup bersama Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa beliau memiliki keindahan fisik yang luar biasa dan tak tertandingi.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
ما رَأَيْتُ شَيْئًا قَطُّ أَحْسَنَ مِن رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَأَنَّ الشَّمْسَ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ.
"Aku tidak pernah melihat sesuatu pun yang lebih indah daripada Rasulullah ﷺ. Seakan-akan cahaya matahari mengalir di wajah beliau." (HR.Ahmad)
Ummu Ma‘bad radhiyallahu ‘anha, yang pernah menyaksikan Rasulullah ﷺ dalam perjalanan hijrah, berkata:
أَجْمَلُ النَّاسِ وَأَبْهَاهُ مِنْ بَعِيدٍ، وَأَحْلَاهُ وَأَحْسَنُهُ مِنْ قَرِيبٍ
"Adalah beliau ﷺ orang yang paling elok dari kejauhan, dan yang paling manis dan paling indahsaat dilihat dari dekat." (HR. Thabrani)
Sayidina Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
وَكُلُّ شَيْءٍ حَسَنٍ قَدْ رَأَيْتُ، فَمَا رَأَيْتُ شَيْئًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
"Segala sesuatu yang indah telah aku lihat. Namun tidak pernah aku melihat sesuatu pun yang lebih indah daripada Rasulullah ﷺ." (HR. Ibnu Asakir)
Adapun pernyataan yang menyebut bahwa Yusuf ‘alaihissalam diberikan setengah dari keindahan, memang merupakan sabda Nabi ﷺ sendiri. Dalam hadis beliau bersabda:
أُعْطِيَ يُوسُفُ شَطْرَ الْحُسْنِ
"Yusuf diberikan setengah dari keindahan." (HR. Hakim)
Sebagian orang mengira, maksudnya adalah Nabi Yusuf ‘alaihissalam mendapat separuh dari seluruh keindahan yang ada di dunia ini, dan sisanya terbagi kepada seluruh manusia. Namun sebagian ulama menegaskan bahwa bukan itu maksudnya. Seperti dijelaskan oleh Ibnu al Munir dan az Zarkasyi, maksud “setengah keindahan” di sini adalah dibandingkan dengan Rasulullah ﷺ. Artinya, keindahan Nabi Yusuf hanya separuh dari keindahan yang Allah karuniakan kepada Nabi Muhammad
ﷺ.[1]
Hal ini diperkuat dengan riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang berkata:
ما بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إِلَّا حَسَنَ الْوَجْهِ، حَسَنَ الصَّوْتِ، وَكَانَ نَبِيُّكُمْ أَحْسَنَهُمْ وَجْهًا، وَأَحْسَنَهُمْ صَوْتًا
"Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajahnya tampan dan suaranya indah. Dan Nabi kalian adalah yang paling tampan wajahnya dan paling merdu suaranya." (HR. Tirmidzi)
Jadi, kalau Nabi Yusuf saja disebut-sebut karena parasnya yang menawan hingga membuat wanita Mesir mengiris tangannya tanpa sadar, maka Rasulullah ﷺ — yang lebih indah dari Yusuf alaihissalam— tentu jauh lebih layak dikagumi, bukan hanya karena tampilan luarnya, tetapi karena keindahan akhlaknya yang menyinari seluruh kehidupannya.
Wallahu a'lam.
_________
[1] Faidh al Qadir (2/2)