KEAGUNGAN KALIMAT IMAN

16 Jul 2026 Admin Article
KEAGUNGAN KALIMAT IMAN

 

Oleh : Ust. Ahmad Syahrin Thoriq

            Nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba adalah nikmat iman. Bahkan, seluruh nikmat yang lain baru memiliki nilai apabila disertai dengan nikmat yang agung ini. Harta, kesehatan, ilmu, kedudukan, dan berbagai karunia dunia hanya akan menjadi nikmat apabila dibangun di atas keimanan kepada Allah. Adapun tanpa iman, semua itu tidak akan memiliki nilai di akhirat, bahkan dapat berubah menjadi sebab penyesalan dan azab.

Berkata al imam Sufyan bin Uyainah rahimahullah:

ما أنعم الله على العباد نعمة أفضل من أن عرفهم لا إله إلا الله، فإن لا إله إلا الله، لهم في الآخرة كالماء في الدنيا

"Tidaklah Allah menganugerahkan kepada hamba-hamba-Nya suatu nikmat yang lebih besar daripada memperkenalkan mereka kepada kalimat lailaha ilallah Sebab, kalimat lailaha ilallah bagi mereka di akhirat laksana air bagi manusia di dunia."[1]

Al imam Ibnu al Qayyim al Jauziyah rahimahullah berkata:

هي الحبل الذي لا يصل إلى الله إلا من يتعلق بسببه

"Kalimat tauhid adalah tali yang tidak ada seorang pun dapat sampai kepada Allah kecuali dengan berpegang teguh kepadanya."[2]

Karena itulah, iman merupakan jaminan dan harapan terbesar seorang hamba untuk meraih keselamatan. Selama iman dan tauhid masih tertanam di dalam hati, seorang mukmin tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Sebab sebesar apa pun dosa yang dimiliki, tauhid tetap menjadi sebab terbesar untuk memperoleh ampunan, syafaat, dan keselamatan dari murka-Nya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

وَلَا يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ

"Tidak akan masuk neraka orang yang di dalam hatinya terdapat iman seberat zarrah." (HR. Ahmad)

Dalam riwayat al Bukhari hadits di atas terdapat tambahan lafaz: "...dengan tulus dari hatinya."

Dalam riwayat lain yang juga terdapat dalam Shahih al Bukhari disebutkan: "Barang siapa berjumpa dengan Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, niscaya ia akan masuk surga."

Imam Ahmad meriwayatkannya dari Mu'adz dengan lafaz: "Allah akan menjadikannya termasuk penghuni surga."

Dalam musnad Ahmad juga disebutkan hadits: "Tidak akan masuk neraka orang yang di dalam hatinya terdapat iman seberat zarrah."

Imam An Nasa'i meriwayatkan dari Abu 'Amrah al Anshari dalam sebuah hadits yang panjang. Di dalamnya Nabi bersabda: "Bersaksilah bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bersaksilah bahwa aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba berjumpa dengan Allah dalam keadaan beriman kepada dua kalimat syahadat itu, melainkan ia akan dijauhkan dari neraka pada hari kiamat."

Ketika menjelaskan hadits di atas al imam Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata:

إذا كان توحيد ساعة يحبط ذنوب خمسين سنة فتوحيد خمسين سنة ماذا سيصنع بالذنوب

"Jika tauhid yang diucapkan selama sesaat saja dapat menghapus dosa lima puluh tahun, maka bagaimana dengan tauhid yang telah dipegang selama lima puluh tahun? Apa kiranya yang tidak bisa dilakukannya terhadap dosa-dosa itu?"[3]

Sebagian ulama lainnya berkata:

للتوحيد نور وللشرك نار، ونور التوحيد أحرق لسيئات المؤمن من نار الشرك لحسنات المشرك

"Tauhid memiliki cahaya, sedangkan syirik memiliki api. Cahaya tauhid lebih mampu membakar dosa-dosa seorang mukmin daripada api syirik yang mampu membakar kebaikan-kebaikan seorang musyrik."[4]

Semoga Allah menjaga iman yang telah Dia anugerahkan kepada kita, meneguhkan kita di atas kalimat tauhid hingga akhir hayat.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia." (QS. Ali 'Imran: 8)

Wallahu a'lam.

 

[1] Hilyah Aulia (7/272)

[2] Al Jawab al Kafi hlm. 170

[3] Quth al Qulub (1/366)

[4] Ibid