LETIH YANG HILANG, TAPI TIDAK DENGAN JEJAKNYA

03 Jun 2026 Admin Article

Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq

Hal yang sering tidak disadari oleh seorang hamba: bahwa hidup ini bukan tentang apa yang dirasakan saat ini, tetapi tentang apa yang akan tetap ada di alam keabadian nanti.

            Kita sering takut lelah dalam ketaatan, seolah-olah kelelahan itu akan tinggal selamanya. Padahal setiap letih yang dirasakan pasti punya akan hilang. Setiap hal berat pasti punya akhir untuk istirahat. Setiap perjuangan panjang pasti akan bertemu ujung pencapaian—baik itu di dunia, atau ketika maut datang menutup seluruh perjalanan.

Namun yang tidak akan pernah selesai dan akan tetap kekal abadi adalah apa yang ditinggalkan oleh diri ini dalam bentuk amal yang telah dikerjakan. Ia tidak berhenti ketika kita telah terhenti. Ia tidak lenyap ketika kita lupa. Ia tidak hilang ketika kita mati. Ia tetap berjalan bersama pemiliknya. Ia akan terus bekerja, berbicara dan membawa kita hingga kita mendapatkan rahmatNnya, atau sebaliknya menyeret kepada pedihnya siksa dan kemurkaan adzabNya.

Allah ta’ala berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ  وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ


“Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az Zalzalah: 7–8)

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوءٍ

“Pada hari ketika setiap jiwa akan mendapati di hadapannya segala kebaikan yang pernah dikerjakannya, dan demikian pula keburukan yang telah ia lakukan sebelumnya…” (QS. Ali Imran: 30)

Maka sejak awal, syariat telah mengarahkan agar hati setiap hamba tidak tertipu oleh rasa sesaat yang disebabkan oleh beban kehidupan dunia. Tetapi hendaknya selalu melihat kepada balasan yang pasti lagi abadi di seberang kehidupan sekarang ini.

            Alangkah indahnya bait-bait nasehat berikut ini yang dinisbahkan kepada al imam Ibnu Jauzi rahimahullah:

إن مشقة الطاعة تذهب ويبقى ثوابها، وإن لذة المعاصي تذهب ويبقى عقابها
كُن مع الله ولا تُبالي، ومُدّ يديك إليه في ظُلُمات اللّيالي، وقُل: يا رب ما طابت الدّنيا إلاّ بذكرك، ولا الآخرة إلاّ بعفوك، ولا الجنّة إلاّ برُؤيتك

“Sesungguhnya keletihan karena ketaatan akan hilang, dan yang tersisa adalah pahalanya. Adapun kenikmatan maksiat akan lenyap, dan yang tersisa adalah hukumannya. Jadikan keadaanmu senantiasa bersama Allah dan jangan pedulikan (pandangan manusia). Ulurkan kedua tanganmu kepada-Nya di kegelapan malam, dan katakan: Ya Rabb, tidaklah dunia ini indah kecuali dengan mengingat-Mu, tidaklah akhirat indah kecuali dengan ampunan-Mu, dan tidaklah surga menjadi puncak kenikmatan kecuali dengan melihat-Mu.”

Semoga bermanfaat.