KEUTAMAAN MEMPELAJARI SIRAH NABI

03 Jun 2026 Admin Article

Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq

            Sirah Nabi Muhammad bukan sekadar catatan sejarah perjalanan hidup seorang tokoh besar. Ia adalah sumber ilmu, petunjuk, keteladanan, dan pelajaran berharga bagi setiap muslim yang ingin memahami Islam dengan benar serta mengamalkannya dalam kehidupan.

            Karena pentingnya sirah Nabi , para ulama sejak dahulu memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembelajarannya. Mereka bukan hanya menulis kitab khusus yang bertemakan sejarah beliau , tapi juga mengingatkan umat diberbagai kesempatakan tentang manfaat dan urgensi mempelajarinya, baik dalam rangka menguatkan iman, memahami agama, maupun meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah .

            Berikut ini adalah diantara pernyataan para ulama yang menjelaskan urgensi dan keutamaan mempelajari sirah Rasulullah :

  1. Salah satu mata pelajaran wajib generasi terdahulu

Al imam Ali bin Husain bin Ali rahimahullah berkata:

كنا نعلم مغازي النبي ﷺ وسراياه كما نعلم السورة من القرآن

“Kami dahulu diajari tentang sejarah dan perjuangan Nabi sebagaimana kami diajari tentang surat dalam al Quran.”[1]

Dan orang-orang ketika mensifati majelis dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma mengatakan:

ولقد كنا نحضر عنده ، فيحدثنا العشية كلها في المغازي

“Dan sungguh kami dahulu menghadiri majelis beliau, lalu beliau menceritakan kepada kami sepanjang sore tentang sejarah perjuangan Nabi .”[2]

Al imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

وهذا الفن مما ينبغي الاعتناء به والاعتبار بأمره والتهيؤ له

"Ilmu ini termasuk bidang yang sepatutnya mendapat perhatian, dipelajari dengan sungguh-sungguh, dan dipersiapkan dengan baik."[3]

  1. Keilmuan yang harus dijaga di setiap generasi

Al imam Ismail bin Muhammad bin Sa’ad rahimahullah berkata:

كان أبي يعلمنا مغازي رسول الله ﷺ ويعدها علينا، وسراياه ويقول: يا بني هذه مآثر آبائكم فلا تضيعوا ذكرها

"Ayahku dahulu mengajarkan kepada kami kisah-kisah peperangan Rasulullah dan beliau mengulang-ulang serta menjelaskannya kepada kami. Beliau juga mengajarkan berbagai sariyyah (ekspedisi pasukan) Rasulullah , lalu berkata: 'Wahai anak-anakku, ini adalah kemuliaan dan warisan perjuangan nenek moyang kalian, maka janganlah kalian menyia-nyiakan pengingatannya.'"[4]

  1. Ilmu yang dibutuhkan untuk meraikh sukses dunia dan Akhirat

Al imam Zuhri rahimahullah berkata:

في علم المغازي علم الآخرة والدنيا

"Dalam ilmu al Maghazi (sirah dan peperangan Nabi) terdapat ilmu dunia dan akhirat."[5]

  1. Menjadi sarana mengetahui kebenaran ajaran Islam

Al imam Ibnu Hazm al Andulisi rahimahullah berkata:

فإن سيرة محمد رسول الله ﷺ لمن تدبرها تقتضي تصديقه ضرورة، وتشهد أنه رسول الله، ‌فلو ‌لم ‌تكن ‌له ‌معجزة ‌غير ‌سيرته لكفى

“Sesungguhnya sirah (perjalanan hidup) Muhammad bagi siapa pun yang menelaah dan menghayatinya dengan baik, akan mengharuskannya untuk membenarkan Nabi dan bersaksi bahwa beliau adalah benar-benar utusan Allah.  Seandainya tidak ada mukjizat Nabi selain sirah beliau maka, itu sudah cukup menjadi bukti kebenaran kenabiannya.”[6]

  1. Mendapatkan panduan dan contoh yang bisa diteladani

Syaikh Musthafa as Siba’I rahimahullah berkata:

سيرة إنسان أكرمه الله بالرسالة، فلم تخرجه عن إنسانيته، ولم تلحق حياته بالأساطير، ولم تضف عليه الألوهية قليلا ولا كثيرا، وإذا قارنا هذا بما يرويه المسيحيون عن سيرة عيسى عليه السلام، وما يرويه البوذيون عن بوذا، والوثنيون عن آلهتهم المعبودة، اتضح لنا الفرق جليا بين سيرته عليه السلام وسيرة هؤلاء، ولذلك أثر بعيد المدى في السلوك الإنساني والاجتماعي لاتباعهم، فادعاء الألوهية لعيسى عليه السلام ولبوذا جعلهما أبعد منالا من أن يكونا قدوة نموذجية للإنسان في حياته الشخصية والاجتماعية، بينما ظل وسيظل محمد ﷺ النثل النموذجي الإنساني الكامل لكل من أراد أن يعيش سعيدا كريما في نفسه وأسرته وبيئته

"Sirah Rasulullah adalah kisah kehidupan seorang manusia yang dimuliakan Allah dengan risalah kenabian. Namun kemuliaan tersebut tidak mengeluarkannya dari sifat kemanusiaannya, tidak menjadikan kehidupannya dipenuhi mitos dan legenda, serta tidak menisbatkan kepadanya unsur ketuhanan, sedikit pun ataupun banyak.

Apabila kita membandingkan hal ini dengan apa yang diriwayatkan oleh orang-orang Nasrani tentang kehidupan Isa ‘alaihissalam, atau apa yang diriwayatkan oleh para penganut Buddha tentang Buddha, maupun oleh kaum penyembah berhala tentang sesembahan-sesembahan mereka, maka akan tampak dengan jelas perbedaan antara sirah beliau dan sejarah mereka.

Perbedaan ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku individu dan kehidupan sosial para pengikut masing-masing. Sebab anggapan ketuhanan terhadap Isa ‘alaihissalam dan Buddha menjadikan keduanya sulit dijangkau untuk dijadikan teladan yang ideal bagi manusia dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya.

Adapun Muhammad , maka beliau senantiasa dan akan tetap menjadi teladan manusia yang paling sempurna bagi setiap orang yang ingin menjalani kehidupan yang bahagia dan mulia, baik dalam dirinya, keluarganya, maupun lingkungannya."[7]

Khatimah

Sirah Nabawiyah bukan sekadar catatan sejarah, melainkan ia adalah sumber dari pendidikan terbaik, pembentukan aqidah, pembinaan karakter, metode dakwah, dan teladan praktis dalam menerapkan ajaran Islam di berbagai aspek kehidupan. Karena itu salaful ummah dan para ulama setelahnya sangat perhatian untuk mempelajari, menghafal, dan mewariskannya kepada generasi setelah mereka.

Semoga bermanfaat.

 


[1] Al Jami’ li Akhlaq ar Rawi (2/195)

[2] Siyar A’lam an Nubala (3/350)

[3] Al Bidayah wa Nihayah (5/21)

[4] Mukhtashar Tarikh Dimasyq (2/186)

[5] Al Jami li Akhlaq ar Rawi wa Adab as Sami’ (2/195)

[6] Al Fishal fi al Milal (2/73)

[7] As Sirah an Nabawiyah hlm. 18