Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Sesungguhnya di antara syiar Islam yang paling agung, yang telah Allah perintahkan dan juga Rasulullah ﷺ anjurkan, adalah Qurban. Ibadah Qurban memiliki begitu banyak keutamaan, diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1. Ampunan dari Allah
Rasulullah ﷺ bersabda kepada putri kesayangannya, Fatimah radhiyallahu’anha:
يَا فَاطِمَةُ قوْمِي إِلَى أُضْحِيَّتِكَ فَاشْهَدِيهَا فَإِنَّهُ يُغْفَرُ لَكِ عِنْدَ أَوَّلِ قَطْرَةٍ تَقْطُرُ مِنْ دَمِهَا كُلُّ ذَنْبٍ عَمِلْتِيهِ وَقُولِي: إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهُ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
“Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah ta'ala, Rabb alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kaum muslimin).” (HR. Abu Daud)
Perawi Hadits, Imran bin Husain radhiyallahu’anhu bertanya kepada Nabi ﷺ : “Wahai Rasulullah, apakah ini khusus untukmu dan keluargamu—dan memang kalian yang berhak atas itu—atau untuk kaum muslimin secara umum?”
Beliau menjawab: “Tidak, tetapi ini juga berlaku untuk kaum muslimin secara umum.”[1]
2. Sarana mendapatkan keridhaan dari Allah dan tanda keimanan
Allah subhanahu wata’ala telah berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS : Al Hajj : 37)
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ وَجَدَ سَعَةً لِأَنْ يُضَحِّيَ فَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَحْضُرْ مُصَلَّانَا
“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Amalan harta yang paling utama
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2)
Ketika membahas ayat di atas, Sebagian ulama ada yang mengatakan:
فالصلاة: أفضل العبادات البدنية، والذبح أفضل العبادات المالية
“Maka shalat adalah ibadah badan yang paling utama, dan penyembelihan (qurban) adalah ibadah harta yang paling utama.”[2]
4. Hewan Qurban akan menjadi saksi di hari kiamat
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
“Sesungguhnya hewan Qurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk,bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)[3]
5. Mendapatkan pahala yang besar
Banyaknya pahala yang akan diperoleh pelakunya dari ibadah ini diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih. Ini merupakan gambaran tentang betapa besarnya pahala dari berqurban, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi Wasallam dalam sebuah hadits.
بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنَ الصُّوفِ حَسَنَةٌ
"Pada tiap-tiap lembar bulunya itu akan memperoleh (pahala) satu kebaikan." (HR. Ahmad dan al Hakim)[4]
6. Ibadah yang paling dicintai Allah di hari raya
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ
“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari menyembelih hewan qurban.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)[5]
7. Bagian dari menghidupkan syiar Islam yang paling agung
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah ta’ala terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Ilahmu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (Al-Hajj: 34)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Para penyembah setan dan berhala juga menyembelih sembelihan untuk sembahannya. Maka penyembelihan untuk yang disembah merupakan puncak kerendahan dan ketundukan kepadanya.”[6]
Dan firmanNya:
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)
Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan “lā ilāha illā Allāh”. Jika mereka telah mengucapkannya, menunaikan shalat seperti shalat kami, menghadap kiblat kami, dan menyembelih seperti sembelihan kami, maka terjagalah darah dan harta mereka dari kami kecuali dengan haknya, dan hisab mereka terserah kepada Allah ﷻ.’ (HR. Bukhari)
8. Bernilai sosial yang lebih afdhal dari sedekah
Sayidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata :
أَمَرَنِي النَّبِيُّ ﷺ أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلالَهَا عَلَى الْمَسَاكِينِ, وَلا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً
“Nabi ﷺmemerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan Qurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan Qurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.” (HR. Abu Dawud)
Karena itulah dalam kitab-kitab fiqih kita temukan pendapat para ulama madzhab Hanafiyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah mengatakan bahwa Qurban lebih afdhal dari segala bentuk sedekah. Bahkan Malikiyah bahkan mengatakan lebih besar dari memerdekakan budak.[7]
Al imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:
والأضحية أفضل من الصدقة بقيمتها. نص عليه أحمد.. وروى عن بلال، أنه قال: ما أبالى أن لا أضحى إلا بديك، ولأن أضعه فى يتيم
“Dan Qurban lebih utama daripada bersedekah dengan nilainya. Ini ditegaskan oleh Ahmad…Diriwayatkan dari Bilal, bahwa ia berkata: ‘Aku tidak peduli jika aku tidak berqurban kecuali dengan seekor ayam, dan (lebih aku sukai) aku memberikannya kepada seorang yatim.’”[8]
Semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan atas segala urusan dan kekuatan kepada kita untuk senantiasa beramal shalih. Wallahu a’lam.
[1] Hadits ini diperbedapendapatkan keshahihannya. Imam al Hakim dalam Mustadraknya (4/247) berkata: ‘Hadits ini sanadnya shahih, namun tidak dikeluarkan oleh keduanya (Bukhari dan Muslim). Hadits ini memiliki penguat, yaitu hadits ‘Athiyyah dari Abu Sa‘id.’ Sedangkan imam adz Dzahabi dalm at Talkhis mengkritiknya dengan mengatakan: ‘Bahkan Abu Hamzah itu sangat lemah, dan Isma‘il juga tidak kuat.’”
[2] Perkataan ini dinisbahkan kepada Ibnu Taimiyah, Namun yang masyhur di kalangan para ulama menyebutkan bahwa ibadah harta yang paling utama adalah zakat.
[3] Imam Tirmidzi mengomentari hadits ini dalam Sunan Tirmidzi (2/141) dengan berkata: “Ini adalah hadits hasan gharib; kami tidak mengetahuinya dari hadits Hisyam bin ‘Urwah kecuali melalui jalur ini.”
[4] Shahih sebagaimana dinyatakan oleh imam al Hakim dalam Mustadraknya (13/57)
[5] Takhrij hadits sebelumnya.
[6] Majmu‘ al Fatawa (17/484)
[7] Al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (5/107)
[8] Al Mughni (13/361)