BELAJAR DENGAN MENGHAFAL MATAN

07 Apr 2026 Admin Article
 
Diantara kiat sukses belajarnya para ulama terdahulu adalah, selain menguatkan dasar keilmuan dengan menghafal terlebih dahulu al Qur’an dan juga hadits, mereka juga begitu giat dalam menghafal matan-matan dari berbagai cabang ilmu. Matan adalah ringkisan penting atau intisari dari sebuah disipin ilmu. Ia disusun sedemikian rupa agar lebih mudah untuk dihafalkan dan sekaligus dipahami.
Dari matan inilah kemudian seorang penuntut ilmu bisa mengembangkan pengetahuannya agar lebih luas dan mendalam. Dikatakan:
 
من حفظ الأصول ضمن الوصول
“Barangsiapa yang menguasai pokok ilmu, maka ia akan mudah meraih ilmu tersebut.”
 
Juga dikatakan:
 
من لم يتقن الأصول حرم الوصول
 
“Barangsiapa yang tidak kokoh pondasi keilmuannya, maka ia akan terhalang dari mencapai kesuksesan ilmu.”
 
Juga dikatakan:
 
من حفظ المتون حاز الفنون
“Barangsiapa yang menghafal matan-matan, maka ia akan menguasai cabang-cabang keilmuan”.
 
Setelah menghafal matan dengan sempurna, maka hendaknya santri kembali mengulang-ulang hafalan matan tersebut agar tidak lupa. Sama seperti saat ia memuraja’ah al Qur'an yang senantiasa dia lakukan berulang-ulang. Al imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya Al Hatsu ‘ala Hifdzil Ilmi menceritakan : “Ada seorang ulama ketika semasa belajar ia mengulang pelajaran di rumahnya berkali-kali. Maka berkatalah seorang wanita tua di rumahnya: ‘Cukup, demi Allah, sesungguhnya akupun telah ikut hafal apa yang engkau hafal’.
 
Maka ia pun berkata menguji : ‘Ulangilah apa yang telah engkau hafal’, maka wanita tua itu mengulanginya.
 
Setelah beberapa hari, sang ulama berkata kembali : ‘Wahai wanita tua, ulangilah pelajaran yang waktu itu’ wanita tua tersebut menjawab : ‘Aku tidak hafal lagi’.
 
Maka sang ulama muda tersebut berkata:
 
أنا اكرر لئلا يصيبني ما أصابك
“Aku selalu mengulang-ulangnya agar tidak menimpaku apa yang telah menimpamu (hilangnya hafalan).”
 
Karena itu agar matan mudah dihafal dan diulang-ulang, biasanya ia disusun dalam bentuk nadzam yang bisa dilagukan atau disenandungkan dengan irama yang indah. Sehingga matan tersebut juga bisa berfungsi ganda sebagai hiburan bagi santri dari lelahnya memuthala’ah dan membahas ilmu-ilmu yang dipelajarinya. Dan kami telah menyusun matan-matan pelajaran dalam bahasa Indonesia, ini untuk memudahkan bagi yang bukan santri untuk bisa turut menghafal pokok-pokok keilmuan dalam agama.  Jadi, walau bukan santri bisa menghafal matan ? Iya bisa, termasuk para jomblo juga bisa. Dari pada keingat mantan, kan lebih baik menghafal matan.

Wallahu a'lam.