PENYAKIT AKIBAT PENJAJAHAN

11 Nov 2025 Admin Article
PENYAKIT AKIBAT PENJAJAHAN

 

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq

Perjuangan para pahlawan dahulu menjadi sangat berat bukan sebab semata-mata kuatnya musuh yang sedang dihadapi, tapi karena mereka harus selalu mengingatkan dan menyadarkan rakyat dan orang banyak, bahwa para penjajah itu sebenarnya adalah orang-orang jahat yang datang untuk menjarah.

Karena sebab lihainya propaganda dan juga dangkalnya pemahaman tentang apa itu penjajahan, telah menjadikan banyak orang memilih untuk kenyang dan hidup nyaman dari pada harus menanggung derita agar bisa merdeka. Dan hal ini pula lah yang telah melahirkan mental budak bahkan para pengkhianat perjuangan.

Kebanyakan orang tidaklah bisa memahami bagaimana penjajah telah mencuri kekayaan negerinya. Selama itu dilakukan dengan cara yang rapi, saat mereka mengakut berpeti-peti harta jarahan, apalagi juga diselingi dengan pemberian yang mereka lemparkan berupa recehan ke jalanan, pasti para penjilat akan bersorak gembira dan bersemangat untuk  tidak segan memuji betapa para penjajah itu sebenarnya orang-orang yang baik hati.

Dalam sebuah kisah dituturkan bahwa dahulu ketika perbudakan menjadi hal biasa di benua Amerika, seorang tokoh pergerakan yang Bernama Harriet Tubman membentuk kelompok rahasia untuk menyelamatkan budak dari perbudakan yang ada di sana. Dalam rentang waktu yang begitu lama ia hanya mampu membebaskan sekitar 700 orang secara rahasia.

Dalam sebuah wawancara ia pernah ditanya tentang perjuangan beratnya itu : “Apa langkah tersulit yang kau hadapi dalam usahamu ini?” Dia menjawab: " Yang paling sulit dan melelahkan adalah meyakinkan seseorang bahwa dia bukan seorang budak."

Itulah mengapa dahulu al imam Ibnu Khaldun rahimahullah sampai pernah mengatakan :

لو خيروني بين زوال الطغة وزوال العبيد لأخترت بدون تردد زوال العبيد لأن العبيد يصنعون الطغة

“Andaikan mereka memberikan pilihan kepadaku antara memilih lenyapnya pemimpin dzalim atau lenyapnya manusia bermental budak, pasti aku akan memilih tanpa ragu sedikitpun lenyapnya manusia bermental budak. Karena manusia-manusia bermental budak itulah yang membuat langgeng adanya kekuasaan yang dzalim."

Begitulah, karena orang yang bermental budak hanya akan peduli kepada tuannya yang bisa memberi makan. Adapun tentang harkat dan kemerdekaan itu bukanlah perkara yang terlalu penting. Bagi mereka lebih baik hidup terjajah tapi bisa mengunyah sampai kenyang, dari pada memilih bersusah payah untuk bisa merdeka, apalagi sampai harus hidup menderita dalam memperjuangkannya.