Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Apa rahasia kesuksesan pendidikan umat Islam di masa lalu ? Hingga mampu melahirnya generasi gemilang yang bukan hanya shalih secara pribadi namun juga mushlih untuk masyarakatnya ? Jawabannya adalah mereka mengawalinya dengan al Qur'an. Anak-anak pada usia dini diakrabkan kepada kitabullah sebelum mengenal disiplin ilmu apapun.
Al imam Syafi'i rahimahullah berkata :
إذا اردت صلاح قلبك او ابنك او أخيك او من شئت صلاحه فأودعه فى رياض القرأن وبين صحبة القرأن. سيصلحه الله شاء ام ابى.
"Jika engkau menginginkan kebaikan hatimu, anakmu, saudaramu atau siapa saja yang engkau kehendaki menjadi baik, maka tempatkan ia di majelis al Qur'an dan jadikan ia bersahabat dengan Al-Qur'an. Niscaya Allah akan memperbaiki keadaannya baik dia menghendaki jadi baik atau tidak mau menjadi orang baik."
Subhanallah. Sang imam bahkan memberikan ungkapan, siapa yang belajar kitabullah akan "dipaksa" untuk menjadi baik. Itu tidak lain karena dahsyatnya pengaruh al Qur'an sebagai mukjizat terbesar kenabian. Al imam Ibnu Jauzi rahimahullah juga berkata :
كان السلف إذا نشأ لاحدهم ولد شغولهم بحفظ القرأن وسماع الحديث فيثبت الإيمان فى قلبه
"Para ulama klasik terdahulu jika anaknya mulai tumbuh, mereka akan menyibukkannya dengan hafalan Al-Qur'an dan mendengarkan hadits. Karena itulah mengapa iman di hati anak -anak mereka begitu kokoh."
Semua boleh berteori. Mengatakan begini yang bagus, begitu yang lebih baik. Tapi adakah yang lebih baik dan yang telah terbukti hasil pendidikannya seperti hebatnya generasi dahulu ? Peradaban kaum muslimin yang gilang gemilang menyilaukan dahulu bahkan hingga hari ini, adalah bukti betapa produk pendidikan di masa itu luar biasa hebatnya.
Justru ketika kaum muslimin mulai sibuk mengekor kepada pihak lain sampai dengan cara belajar, nyaris puncak tujuan pendidikan tak jauh dari urusan mencari duit dan kesenangan pribadi semata. Semoga Allah jadikan anak-anak kita semua generasi Qur'an. Karena hanya merekalah yang akan mampu memikul peradaban besar umat ini.
Wallahu a'lam