SEPINTAS SEKILAS HADITS SHAHIH

06 Sep 2025 Admin Article
SEPINTAS SEKILAS HADITS SHAHIH

Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq

Apa itu hadits Shahih ?

Hadits shahih adalah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit (kuat hafalan dan pencatatannya) secara sempurna dari perawi yang sama sifatnya sampai kepada akhirnya, serta terbebas dari syudzudz (kejanggalan/penyelisihan) dan ‘illah (cacat tersembunyi).

Sehingga dalam kata lain bahwa hadits shahih adalah hadits yang memenuhi lima syarat yang disebutkan di atas, apabila kurang salah satunya, gugurlah keshahihan sebuah hadits.

Apa pengertian sanadnya bersambung?

           Maksud Bersambung sanadnya (الاتصال) adalah bahwa setiap perawi dalam rantai sanad benar-benar mendengar hadits itu dari gurunya hingga sampai kepada orang yang pertama kali mengucapkannya.

Apa pengertian perawi yang adil?

            Maksud dari keadilan perawi (العدالة في الرواة) adalah para periwayatnya memiliki sifat yang membuat seseorang terdorong untuk bertakwa, menjauhkannya dari perbuatan dosa dan dusta, serta perkara-perkara yang merusak kehormatan diri (muru’ah).

Apa pengertian perawi yang dhabit?

Dhabit artinya terjaga. dan ini terbagi menjadi  dua macam:

Pertama Dhabit Sadr (hafalan): Seorang perawi mendengar hadits dari gurunya, lalu menghafalnya dalam dada dan bisa menghadirkannya kapan saja ia mau.

Dhabth Kitab (catatan): Seorang perawi mendengar hadits dari gurunya, lalu menuliskannya dalam kitab/catatan miliknya dan menjaganya dari perubahan atau kesalahan.

Apa pengertian terbebas dari Syudzudz?

Maksud dari terbebas dari syudzudz (الخلو من الشذوذ) adalah bahwa hadits tersebut tidak bertentangan dengan riwayat yang lebih kuat dari perawi yang lebih terpercaya.

Apa pengertian terbebas dari Illah?

       Pengertian Terbebas dari ‘illah (الخلو من العلة) adalah bahwa tidak ada sebab tersembunyi yang mencacati keaslian hadits tersebut meskipun secara sepintas tampak selamat darinya.

Bagaimana kedudukan Hadits Shahih?

Para ulama ahli hadits, juga para ahli fiqih dan ahli ilmu ushul telah bersepakat bahwa hadits shahih adalah hujjah yang menjadi salah satu landasan utama pengamalan agama. Hal ini berlaku baik hadits tersebut diriwayatkan hanya oleh seorang perawi saja tanpa ada yang meriwayatkannya selain dia yang  diistilahkan dengan nama hadits gharib, maupun diriwayatkan bersama dengan perawi lain yang disebut hadits Ahad ataupun dengan riwayat tiga orang atau lebih yang disebut dengan hadits masyhur.

Hadist yang tidak memenuhi 5 syarat di atas disebut apa?

Hadits yang tidak memenuhi 5 syarat di atas menjadi hadits hasan (baik), dhaif (lemah) atau maudhu’ (palsu) tergantung syarat mana yang tidak dipenuhi.

Jika yang tidak terpenuhi hanya syarat ke tiga, yakni sifat Dzabit maka dia hanya jatuh menjadi hadits hasan, namun jika yang tidak terpenuhi adalah  satu syarat atau beberapa syarat selain yang ketiga, maka ia menjadi hadits dha’if bahkan bisa tertuduh menjadi hadits palsu (maudhu’)

Apakah hadits yang kurang syaratnya mutlak tidak bisa naik menjadi shahih?

Bisa, dalam istilah ilmu hadits ada hadits shahih yang disebut dengan shahih li ghairihi. Yaitu hadits hadits hasan yang diriwayatkan melalui beberapa jalur lain yang sepadan dengannya atau lebih kuat darinya, baik dengan lafaz yang sama maupun makna yang serupa. Hadits-hadits ini riwayatnya dipandang saling menguatkan sehingga mengangkat derajatnya dari hasan menjadi hadits shahih.

Hadits jenis ini disebut shahih lighairihi karena kesahihannya bukan berasal dari kekuatan sanadnya sendiri, melainkan dari adanya riwayat lain yang mendukungnya.

Apakah hadits shahih ada tingkatannya?

Ya, hadits dengan derajat shahih dilihat dari pihak yang menetapkan keshahihannya terdiri dari tujuh tingkat, dimulai dari Tingkat yang tertinggi adalah sebagai berikut :

Pertama, shahih yang disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.

Kedua, yang khusus dishahihkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya.

Ketiga, yang khusus dishahihkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih nya.

Keempat, hadits yang memenuhi kualifikasi shahih menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kelima, hadits yang hanya memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Bukhari.

Keenam, hadits yang hanya memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Muslim.

Ketujuh, hadits-hadits shahih yang dishahihkan oleh para ahli hadis lainnya selain Imam Bukhari dan juga Muslim.

Apakah ada pembagian dari sisi banyaknya riwayat?

Benar. Hadits shahih dilihat dari jumlah banyaknya periwayatannya dibagi menjadi dua tingkatan, yakni tingkat mutawatir dan tingkatan hadits ahad. Hadits mutawatir adalah hadits shahih terkuat karena diriwayatkan oleh banyak perawi dalam setiap tingkatannya yang mana mereka mustahil bersepakat untuk berbohong.

Sedangkan hadits Ahad adalah yang berada di bawah derajat mutawatir. jika diriwayatkan oleh tiga rawi atau lebih dalam setiap tingkatan ia disebut hadits masyhur. Jika diriwayatkan oleh dua orang di setiap tingkatan ia disebut hadits aziz sedangkan yang diriwayatkan oleh satu orang tanpa ada riwayat lain disebut dengan hadits gharib.    

Referensi

Al Muhaddits al Fashil karya al Ramahurmuzi, Muqaddimah Ibn al Salah karya Ibnu ash Shalah, Tadrib al Rawi  karya al Suyuthi, dalam Taisir Musthalah Hadits karya Mahmud Thahan.