Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Kadang kita mengira bahwa da’i hanyalah mereka yang berdiri di atas mimbar atau berceramah di majelis. Padahal, sejak kita aqil baligh atau bersyahadat, pada saat itu juga kita telah mengikrarkan diri menjadi dai yang turut serta memikul amanah dakwah.
Berikut ini adalah nasehat bagi para du’at dalam menyampaikan dakwah yang kami rangkumkan dari nasehat guru-guru kami. Dan untaian nasehat ini kami alamatkan sebagai pengingat bagi kami sebelum kami arahkan kepada orang lain.
- Ikhlas
Ini adalah pondasi amal dan sarana terbesar untuk mendatangkan pertolongan, hidayah dan taufiqnya.
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah (Muhammad), ‘Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang musyrik.” (QS. Yusuf :108)
- Ilmu
Ilmu harus mendahului ucapan dan amal, supaya dakwah tidak salah arah. Dalam shahih Bukhari dicantumkan bab khusus :
بَابُ العِلْمِ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ
“Bab ilmu sebelum ucapan dan amal.”
- Hikmah dan kelembutan
Keduanya akan memperindah dan mempermudah dakwah, sedangkan sikap keras dan kaku akan memperburuknya.
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan membuatnya buruk.” (HR. Muslim).
- Bertahap
Dakwah adalah proses menyampaikan ilmu. Dan semua ilmu diajarkan sesuai tingkat dan melalui tahap demi tahap.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ لَمَّا بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ: «إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ ketika mengutus Mu‘adz ke Yaman bersabda: “Engkau akan mendatangi kaum dari Ahli Kitab, maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan adalah agar mereka mentauhidkan Allah…” (HR. Bukhari)
- Keteladanan
Perbuatan itu lebih kuat pengaruhnya dari pada sekedar kata-kata. Allah ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. Ash Shaff: 2–3).
- Bersabar
Tidak ada dakwah yang tidak diuji. Dan senjata utama dalam menghadapi ujian adalah kesabaran.
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ
“ Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta disegerakan (azab) untuk mereka.”(QS. Al Ahqaf: 35).
- Tawakal
Kunci kesuksesan dari segala usaha apapun termasuk dakwah adalah tawakal yang kuat kepada Allah. Dan kunci kegagalan adalah ketika seseorang bergantung kepada kecerdasan, kekuatan dan sebab-sebab lainnya.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
.
“ Barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah menjadikan ketentuan bagi setiap sesuatu. “(QS. Ath Thalaq: 3)
- Doa
Perbanyak doa, agar Allah memberi hidayah kepada pihak yang kita dakwahi. Rasulullah senantiasa mendoakan umatnya meskipun itu adalah pihak yang paling keras dalam memusuhi risalah yang beliau sampaikan. Beliau mendoakan mereka :
اللَّهُمَّ اهْدِ قَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
“Ya Allah, berilah hidayah kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Muslim)
Semoga bermanfaat.