Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Meski diskusi ilmiah dan debat yang sehat diperbolehkan dalam Islam, namun ada juga perdebatan yang tidak dibenarkan. Diantaranya ketika lawannya adalah dari orang-orang bodoh. Sehingga para ulama memperingatkan jangan meladeni umpan dan pancingan untuk terlibat adu mulut dengan mereka. Bagaimana mungkin orang-orang bodoh akan diajak bertukar pikiran tentang hakikat pendalilan, penyimpulan hukum, apalagi tarjih dan tashih, jika dasar-dasar ilmu agama saja dia tidak tahu ?
Berdebat dengan orang bodoh tidak akan mendatangkan manfa’at, karena tujuan perdebatannya bukan untuk mencari kebenaran, tapi untuk pembenaran. Berdebat dengan orang-orang bodoh hanya akan menjadi debat kusir kesana kemari yang tidak akan ada ujungnya. Hanya akan menjadikan umur terbuang sia-sia. Bahkan bisa jadi kita akan dibuat kewalahan dengan ucapan tak berdasar dan bantahan ngawurnya.
Susahnya berdebat dengan orang bodoh bahkan di akui oleh Imam Syafi’i rahimahullah : “Aku mampu berdebat dengan 10 orang yang berilmu, tapi aku pasti kalah dengan seorang juhala, karena orang yang bodoh itu tidak pernah faham landasan ilmu”.
Beliau juga mewasiatkan :
إِذا نَطَقَ السَفيهُ فَلا تَجِبهُ فَخَيرٌ مِن إِجابَتِهِ السُكوتُ
“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi.”
ﻓﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳﻤُﻮْﺕُ
“Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati.”
ﻗﺎﻟُﻮْﺍ ﺳﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ
“Apabila ada orang bertanya kepadaku, jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ? Jawabku kepadanya : Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
ﻭﺍﻟﺼﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَفٌ ﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟﺼﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ
“Sikap diam terhadap orang bodoh adalah suatu kemulia’an. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.”
أما تَرَى الأُسْدَ تُخْشى وهْي صَامِتة ﻭﺍﻟﻜﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟﻌﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ
"Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ?"
Semoga bisa menjadi pengingat yang bermanfaat.