Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Al Imam Nawawi rahimahullah adalah ulama besar mazhab Syafi'i yang karya-karyanya mendunia. Beliau Adalah ulama yang telah mewaqafkan umurnya untuk mengabdi kepada kepada umat ini. Sehingga ulama di zamannya mengggelari beliau dengan Muhyiddin yang artinya sang penghidup agama.
Karena sibuknya beliau dalam mengajar, berdakwah dan menulis kitab, diriwayatkan bahwa beliau sering lupa hajat hidupnya sehari-hari seperti tidak ingat makan dan beristirahat. Kakak perempuan beliau terkadang harus datang menyuapkan makanan untuk sang imam ketika asyik membaca atau menulis. Bahkan disebutkan imam Nawawi pernah selama 7 tahun tidak pernah tidur dengan menyengaja tidur. Tidurnya karena kelelahan diantara tumpukan kitab-kitab.
Dan kita ketahui bahwa imam Nawawi rahimahullah termasuk ulama yang meninggal sebelum sempat untuk menikah. Diriwayatkan di hari kewafatan beliau, ulama-ulama berkumpul disisinya. Salah seorang dari mereka mengungkapkan penyesalan alangkah sayangnya ulama seperti beliau wafat tanpa menikah, sehingga ia pergi tanpa meninggalkan keturunan yang bisa mewarisi orang seperti dirimu.
Beliau pun menjawab,
لو تذكرت لفعلت .. نسيت
"Kenapa kalian baru berkata sekarang ? Seandainya dulu kalian mengingatkan, tentu aku akan menikah.”[1]
Subhanallah, sudah sering lupa makan dan tidur ternyata beliau juga lupa menikah. Karena lena dalam asyiknya menyelami ilmu. Kalau kita sejak masih belajar sampai sudah mengajar yang paling diingat ya urusan nikah.
[1] Ushul al Wushul hal. 132