ADAB MENATA KITAB

02 Aug 2025 Admin Article
ADAB MENATA KITAB

Oleh: KH. Ahmad Syahrin Thoriq

Islam adalah agama adab dan etika. Sampai urusan menata kitab pun tidak dilakukan secara sembarangan, ada tuntunannya. Meski ini bukan tentang perkara halal dan haram, namun alangkah baiknya bila adab menata kitab ini diperhatikan dan diamalkan. Sebab, dengan menjaga adab, kita berharap mendapat keberkahan yang lebih besar dari ilmu yang sedang kita pelajari. Dan berikut di antara panduan menata kitab sebagaimana disebutkan dalam Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim karya al Imam Ibnu Jama’ah rahimahullāh:

١. واذا وضعها على خشب ونحوه جعل فوقها او تحتها خشب او نحوه. والأولى ان يكون نينه وبين الأرض خلو.

Dan ketika meletakkan kitab-kitab di rak lemari, maka hendaknya bagian atas dan bawahnya ada penyangga (sekat), dan diantara rak kitab bagian bawah dengan lantai ada jarak yang memisahkan.

٢. ويراعي الأدب فى وضع الكتب باعتبار علومها وشرفها, ومصنفها وجلالتهم : فيضع الأشرف على الكل.

Hendaknya selalu menjaga adab dalam menyusun kitab, demi menghormati ilmu yang terkandung di dalamnya, kemuliaan ulama yang menyusunnya dan keagungannya. Diantara bentuknya adalah dengan meletakkan kitab yang paling mulia di atas kitab-kitab lainnya.

٣. المصحف الكريم جعله اعلى الكل... ثم كتب الحديث الصرف... ثم تفسير القران، ثم تفسير الحديث، ثم اصول الدين، ثم الفقه، ثم النحو و التصريف، ثم اشعار العرب، ثم العروض.

Mushaf al Qur'an yang mulia harus diletakkan di posisi paling atas dari semua jenis kitab. Kemudian di bawahnya kitab-kitab hadits murni (seperti shahih Bukhari, muslim dan lainnya). Baru disusul kitab-kitab tafsir al Qur'an, kemudian kitab syarah hadits, lalu kitab aqidah, lalu kitab fiqih, disusul kitab-kitab Nahwu Sharaf, syair arab dan paling bawah buku-buku sastra / ilmu umum lainnya.

٤. فإن استوى كتابان فى فنّ، اعلى اكثرها قرانا او حديثا. فان استويا فبجلالة المصنف،فإن استويا قاقدمها كتابتا واكثرها وقوعا فى ايدي العلماء.

Jika dua kitab memiliki kesamaan dalam cabang ilmu dan harus diletakkan salah satunya di atas dari lainnya, maka yang dipilih adalah kitab yang paling banyak kandungan ayat atau haditsnya. Jika keduanya sama, dipilih yang paling agung penulisnya. Jika sama juga maka dipilih yang paling awal ditulis dan yang paling banyak digunakan oleh para ulama....

Khatimah

Menata kitab bukan sekadar merapikan lembaran kertas. Ia adalah bagian dari memuliakan ilmu dan para pewarisnya. Sebab, sebagaimana tubuh kita butuh pakaian yang layak, demikian pula ilmu butuh tempat yang terhormat. Siapa yang menjaga adab terhadap ilmu, maka tentu ilmu akan memberikan penjagaan kepadanya.

Wallahua'lam bishawwab