Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Hari ini menjadi kaya itu seperti luar biasa, seakan segala-galanya, impian dan puncak segala cita-cita. Sekolah biar jadi orang kaya, kerja biar kaya raya, bahkan sampai ibadah pun tujuannya supaya bisa kaya banyak harta.
Tentu tidak ada yang salah dengan kekayaan. Kaya hingga merasa cukup lebih baik dari hidup meminta- minta. Terlebih jika hartanya digunakan untuk menolong agama dan sesama, jelas itu sebuah kemuliaan.
Tapi ketika kaya seperti dijadikan ukuran kesuksesan seseorang dalam hidupnya dan yang masih miskin divonis gagal, itu jelas ngawur dan salah besar.
Kaya miskin sama sekali bukan standar apapun, bukan ukuran kesuksesan, ketaqwaan, kecerdasan, bahkan bukan pula ukuran seseorang itu pekerja keras atau pemalas.
Berapa banyak yang ikhtiarnya ikhlas dan telah bekerja keras, hidupnya miskin. Dan yang kerjanya hanya ongkang-ongkang kaki, fulus mengalir deras.
Jelas kita sepakat meski masih dalam tataran teori, bahwa pemulung yang mengais rezeki di tempat sampah, jauh lebih mulia dari koruptor klemis yang menggarong duit negara itu.
Tahukah kita, dahulu di masa generasi terbaik umat ini, kaya itu sama sekali bukan hal istimewa. Bahkan hanya dipandang sebagai salah satu pilihan cara hidup saja.
Itu mengapa sebagian sahabat ada yang memilih untuk kaya, sebagiannya lagi memilih untuk miskin, padahal sangat mungkin untuk hidup jadi orang kaya raya.
Dan Nabi kita shalallahu'alaihi wassalam tidak pernah menganjurkan umatnya untuk jadi orang kaya, tapi beliau mengajarkan agar kita merasa cukup. Dan harta hanyalah satu dari sekian pilar untuk menegakkan rasa qana'ah.
Orang miskin yang merasa cukup banyak, orang kaya tapi nggrangsang selalu merasa kurang juga tidak sedikit...
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan... (QS. Saba’ : 37)